Tata Cara Umroh Lengkap Sesuai Sunnah: Urutan, Bacaan, dan Penjelasannya
Tata cara umroh lengkap penting dipahami oleh setiap calon jamaah agar ibadah berjalan tenang, tertib, dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Dengan memahami urutan umroh sejak niat dari miqat, membaca talbiyah, melaksanakan tawaf, melakukan sa’i, hingga tahallul, jamaah akan lebih siap secara ilmu dan lebih mantap secara hati.
Mengapa Tata Cara Umroh Harus Dipahami Sejak Awal?
Banyak orang ingin berangkat ke Tanah Suci dengan hati yang rindu, tetapi tidak sedikit yang masih bingung saat ditanya urutan ibadah umroh. Kebingungan ini sering muncul ketika jamaah belum memahami apa yang dikerjakan sebelum ihram, apa yang dibaca selama perjalanan menuju Masjidil Haram, bagaimana cara tawaf yang benar, serta kapan tahallul dilakukan.
Padahal, umroh bukan hanya perjalanan fisik menuju Makkah. Umroh adalah ibadah yang memiliki aturan, rukun, wajib, dan adab. Karena itu, memahami panduan umroh sejak awal akan membantu jamaah menjaga kekhusyukan, menghindari kesalahan, dan menjalankan ibadah dengan lebih tertib.
Dalil Dasar Tentang Umroh
Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 196 yang maknanya memerintahkan agar haji dan umroh disempurnakan karena Allah. Ayat ini menjadi dasar penting bahwa umroh adalah ibadah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar perjalanan biasa.
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 196)
Selain itu, Allah juga menjelaskan bahwa Safa dan Marwah termasuk syiar Allah. Karena itu, sa’i yang dilakukan di antara keduanya bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari rangkaian ibadah yang memiliki landasan jelas dalam Al-Qur’an.
“Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian dari syiar Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 158)
Urutan Tata Cara Umroh Lengkap
Secara umum, tata cara umroh lengkap sesuai sunnah dimulai dari ihram di miqat, lalu membaca talbiyah, masuk ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf, setelah itu shalat dua rakaat jika memungkinkan, kemudian sa’i antara Safa dan Marwah, dan ditutup dengan tahallul. Urutan ini perlu dipegang dengan baik agar ibadah tidak tercampur dan jamaah tidak bingung saat berada di tengah keramaian.
1. Mempersiapkan Diri Sebelum Ihram
Sebelum sampai di miqat, jamaah dianjurkan untuk membersihkan diri. Laki-laki memakai pakaian ihram, yaitu dua lembar kain yang tidak berjahit sesuai bentuk tubuh. Adapun perempuan mengenakan pakaian syar’i yang menutup aurat tanpa memakai niqab dan sarung tangan ketika sedang berihram.
Pada tahap ini, jamaah juga perlu menata niat, memperbanyak istighfar, dan menghindari sikap tergesa-gesa. Persiapan yang baik akan sangat membantu ketika rangkaian ibadah dimulai.
2. Ihram dari Miqat
Tata cara umroh berikutnya adalah berihram dari miqat. Miqat merupakan batas tempat dimulainya niat ibadah umroh. Jamaah tidak boleh melewati miqat tanpa ihram jika memang berniat untuk umroh.
Saat mulai ihram, jamaah berniat dalam hati untuk melaksanakan umroh. Banyak ulama juga menjelaskan bolehnya melafalkan niat dengan kalimat:
Setelah masuk ihram, jamaah wajib menjaga larangan-larangan ihram. Karena itu, tahap ini harus dijalani dengan penuh perhatian.
3. Memperbanyak Talbiyah
Setelah ihram, jamaah disunnahkan memperbanyak talbiyah hingga mulai tawaf. Talbiyah adalah bentuk jawaban atas panggilan Allah dan menjadi ciri kuat ibadah haji maupun umroh.
Bacaan talbiyah ini menghadirkan suasana ibadah yang sangat kuat. Jamaah yang memahami maknanya biasanya akan lebih mudah menjaga hati agar tetap fokus dan ikhlas.
4. Masuk Makkah dan Menuju Masjidil Haram
Setelah tiba di Makkah, jamaah menuju Masjidil Haram dengan adab yang baik, memperbanyak dzikir, dan menjaga ketenangan. Saat pertama kali melihat Ka’bah, banyak jamaah merasa sangat terharu. Perasaan ini wajar, tetapi ibadah tetap harus dijalankan dengan tertib.
Rasulullah ﷺ ketika tiba di Makkah memulai dengan tawaf. Ini menunjukkan bahwa fokus utama jamaah umroh setelah sampai di Masjidil Haram adalah menyelesaikan rangkaian ibadahnya terlebih dahulu.
5. Melaksanakan Tawaf Sebanyak Tujuh Putaran
Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri. Putaran dimulai dari sejajar Hajar Aswad dan berakhir kembali di titik yang sama. Jamaah laki-laki dianjurkan melakukan ramal pada tiga putaran pertama jika kondisi memungkinkan, yaitu berjalan lebih cepat dengan langkah pendek pada tawaf qudum atau tawaf umroh.
Saat tawaf, jamaah tidak perlu memaksakan diri untuk mendekati Hajar Aswad jika kondisi sangat padat. Cukup memberi isyarat sambil bertakbir ketika sejajar dengannya. Yang paling penting adalah menjaga kekhusyukan, keselamatan, dan kelancaran ibadah.
Di antara rukun Yamani dan Hajar Aswad, jamaah bisa membaca doa yang sangat masyhur:
Di luar itu, jamaah boleh berdoa dengan doa apa saja yang baik. Tidak ada keharusan membaca doa khusus yang berbeda-beda di setiap putaran.
6. Shalat Dua Rakaat Setelah Tawaf
Setelah tawaf selesai, jamaah disunnahkan melaksanakan shalat dua rakaat jika memungkinkan. Allah menyebut Maqam Ibrahim sebagai tempat salat, dan dalam riwayat manasik disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ melakukan salat dua rakaat setelah tawaf.
Namun, jika kondisi sangat padat, jamaah tidak perlu memaksakan diri tepat di belakang Maqam Ibrahim. Yang terpenting adalah melaksanakan salat dua rakaat di area Masjidil Haram yang memungkinkan dan tidak mengganggu jamaah lain.
7. Minum Air Zamzam
Setelah tawaf dan shalat dua rakaat, banyak jamaah memanfaatkan kesempatan untuk minum air zamzam. Walaupun ini bukan rukun umroh, amalan ini sangat dianjurkan dan menjadi bagian yang dicintai oleh banyak jamaah. Minumlah dengan tenang, berdoalah dengan harapan yang baik, dan syukuri nikmat yang Allah berikan.
8. Sa’i antara Safa dan Marwah
Setelah itu, jamaah menuju bukit Safa untuk memulai sa’i. Sa’i dilakukan sebanyak tujuh lintasan, dimulai dari Safa dan diakhiri di Marwah. Jadi, perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu kali, lalu dari Marwah ke Safa dihitung satu kali lagi, hingga genap tujuh lintasan.
Ketika mendekati Safa, Rasulullah ﷺ membaca ayat tentang Safa dan Marwah, lalu memulai dari Safa. Dari sini kita memahami bahwa urutan sa’i tidak boleh dibalik. Mulainya harus dari Safa, bukan dari Marwah.
Selama sa’i, jamaah dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan permohonan kepada Allah. Laki-laki juga disunnahkan berlari-lari kecil di area yang ditandai lampu hijau jika kondisi memungkinkan, sedangkan perempuan tidak melakukannya.
9. Tahallul dengan Mencukur atau Memotong Rambut
Setelah sa’i selesai, tata cara umroh ditutup dengan tahallul. Bagi jamaah laki-laki, mencukur habis rambut lebih utama daripada sekadar memendekkannya. Adapun perempuan cukup memotong ujung rambut sepanjang sedikit saja.
Dengan tahallul, rangkaian umroh selesai. Larangan-larangan ihram pun berakhir. Karena itu, tahallul bukan bagian kecil yang boleh diremehkan, melainkan penutup resmi dari ibadah umroh.
Ringkasan Singkat Urutan Umroh
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Umroh
Ada beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi di lapangan. Pertama, jamaah melewati miqat tanpa kesiapan ihram. Kedua, jamaah terlalu sibuk merekam video sehingga kehilangan fokus ibadah. Ketiga, jamaah memaksakan diri mendekati Hajar Aswad padahal kondisi sangat padat. Keempat, jamaah tidak memahami hitungan putaran tawaf atau lintasan sa’i. Kelima, jamaah membaca doa tertentu seolah wajib di setiap putaran padahal tidak ada ketentuan baku seperti itu.
Karena itu, belajar sebelum berangkat jauh lebih baik daripada panik ketika sudah berada di lokasi. Ibadah akan lebih tenang jika jamaah mengetahui garis besar alurnya sejak awal.
Tips Agar Umroh Lebih Tenang dan Khusyuk
Pertama, pelajari urutan ibadah sebelum keberangkatan. Kedua, bawa catatan ringkas tentang rukun dan wajib umroh. Ketiga, jaga kondisi tubuh agar tidak kelelahan berlebihan. Keempat, perbanyak sabar karena suasana di Tanah Suci sangat ramai. Kelima, utamakan ibadah daripada dokumentasi. Keenam, ikuti arahan pembimbing agar pergerakan lebih tertib.
Jamaah yang tenang biasanya bukan jamaah yang paling banyak bicara, melainkan jamaah yang sudah menyiapkan ilmu sebelum berangkat. Dengan ilmu, hati menjadi lebih mantap. Dengan ketenangan, ibadah menjadi lebih nikmat.
Penutup
Tata cara umroh lengkap sesuai sunnah pada dasarnya tidak rumit jika dipelajari secara bertahap. Dimulai dari ihram di miqat, lalu talbiyah, tawaf, sa’i, dan diakhiri dengan tahallul. Setiap rangkaian memiliki makna yang dalam. Setiap langkah mengajarkan kepatuhan, ketundukan, dan kerinduan seorang hamba kepada Allah.
Karena itu, jangan hanya menyiapkan koper dan dokumen keberangkatan. Siapkan juga ilmu, niat, dan hati. Semoga Allah memudahkan langkah setiap calon jamaah, menerima ibadah umrohnya, serta mempertemukan kita semua dengan Baitullah dalam keadaan yang terbaik.
Ingin Berangkat Umroh dengan Persiapan yang Lebih Tenang?
Lihat jadwal keberangkatan, pelajari pilihan paket, dan konsultasikan kebutuhan perjalanan ibadah Anda agar persiapan umroh terasa lebih nyaman.
Referensi
- Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 125, 158, dan 196.
- Hadis riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang Rasulullah ﷺ memulai dengan tawaf saat tiba di Makkah.
- Hadis Jabir radhiyallahu ‘anhu tentang urutan manasik, termasuk tawaf, shalat di Maqam Ibrahim, dan sa’i dari Safa ke Marwah.
- Riwayat tentang talbiyah Rasulullah ﷺ: “Labbaika Allahumma labbaik...”